shunt



waktu adalah variabel paling misterius yang pernah manusia ciptakan. Pernahkah, dibanding hanya mengikuti standar waktu GMT saja, kamu benar-benar mendalami konsep dari waktu itu sendiri?

Apa itu waktu?
Apa yang ada pada permulaan waktu?
Kapan waktu berhenti?
Apa yang terjadi pada akhir waktu?
Berdasarkan teori siapa waktu hanya berdimensi dua, masa lalu dan masa depan?

Definisi waktu yang jamak digunakan secara internasional saat ini sangat tergantung kepada lama rotasi bumi dan lama revolusi bumi terhadap matahari. Ketika Matahari berada pada titik meridian tertinggi pada langit khatulistiwa, itulah tengah hari, 12 pm, Bumi pada satu titik telah menyelesaikan setengah rotasinya. Dan ketika Bunga pertama mekar memeluk awal musim Semi, itulah tahun baru, 1 Januari, Bumi pada satu titik terjauh pada lintasan eliptikal bersiap merevolusi Matahari untuk satu tahun lainnya.

Aku pun tidak pernah memusingkan ini sebelumnya. Ketika dimensi waktu di pikiranku berawal pada satu momentum dengan besaran pasti gravitasi masing-masing aku dan kamu yang berpapasan pada jarak yang tepat tak seinci pun lewat, dan hal ini harus terjadi pada saat yang tepat bersamaan. Waktu ku semenjak itu berdetak tergantung kepada keberadaan kamu. Dimelarkan ketika jauh, dipipihkan ketika bertemu, benar-benar irrelevant dan non-existent ketika aku merasakan kehadiranmu dalam wujud yang sebenar-benarnya.
Malam ketika tertidur, dan pagi ketika terbangun, dan diantaranya hanya ada sore, ketika berkawan, dan siang, ketika bermusuh.
Hangat ketika melintas dekat dan dingin ketika melintas jauh.
Aku seperti Bumi yg berrotasi dengan daya gravitasiku sendiri, yg berrevolusi terhadap kamu dgn daya gravitasimu yang tanpanya, pada saat itulah waktu-ku berhenti.

Dan pembagian waktuku yang egois & tidak mengandung sisi sosial sama sekali ini akhirnya berhenti ketika kamu, Bintang tempat aku merevolusi terhadapnya, menemukan cara untuk tidak lagi menjadi sang penentu waktu.

Bintang dalam bentuk harafiahnya mati dengan ledakan luar biasa (besar dan indah) karena kehabisan energi untuk mempertahankan gravitasinya sendiri. Apabila ia cukup besar, dan cukup beruntung menjadi bukti nyata dan empiris bahwa teori black hole milik stephen hawking bukan hanya imajinasi ia sendiri, akan menjadi benda langit paling misterius dan berbahaya di jagad raya. Tetapi prosesmu hanya berakhir di bintang katai putih, entitas langit berukuran kecil sampai dengan sedang dengan gravitasi kecil dan tak lagi menghasilkan cahaya.

Ketiadaan cahaya, cuaca, daya ikat darimu lah yang menjadikan aku, dengan sangat terpaksa, kembali menggunakan standar Greenwich Mean Time yang tidak pernah aku tahu seperti apa wajah pencetusnya.
Jadi aku rasa yang terjadi pada akhir waktu adalah… pembentukan teori lainnya yang kurang lebih memenuhi syarat "hukum universal" tertinggi yang tak terpatahkan dan tidak bisa tidak yang kurang lebih (atau bahkan sama sekali sama) dengan konsep waktu. Hanya mungkin dengan nama berbeda, dan variabel berbeda, tapi berinduk pada ide yang sama.

Whoops, sudah jam 4 pagi! (atau pada sistem waktuku yang menjunjung tinggi fleksibilitas waktu manusia goa, adalah tengah malam hari karena aku belum tidur sedetik pun).
Masih ada waktu untuk tidur sebelum Matahari muncul.
Dan kamu, katai putihku, beristirahatlah dengan tenang.

Share:

0 comments