BookReview: InterWorld 1 & InterWorld 2 (The Silver Dream) by Neil Gaiman

Hai Hai. Setelah menghabiskan waktu cukup banyak untuk serial InterWorld, meskipun baru buku kesatu dan kedua, gue akan coba secara jujur kasih review soal kedua buku tersebut. Gue juga bakal mencoba tapi nggak janji untuk spoiler ceritanya hahahah To be fairly honest, alasan gue beli buku InterWorld 1 adalah karena setiap sale di semua toko buku pasti ada dan covernya unik. Jarang banget ada buku terjemahan yang punya cover dengan style manga. Selain itu karena selalu on sale jadi harganya murah banget. Gue nggak inget pasti beli yang InterWorld 1 (bahasa Indonesia) dimana (maaf udah lama banget belinya huhu) dengan harga Rp 30,000. Terus InterWorld 2 gue beli di booksale Books&Beyond yang gue ceritain disini barengan dengan InterWorld 1 edisi hardcover (keduanya bahasa Inggris) masing-masing seharga Rp 30,000. Rada sinting emang menurut gue buku impor hardcover banting harga sampe seharga Rp 30,000, padahal di Periplus gue liat harga aslinya Rp 261,000.

iws12

InterWorld 1
Langsung aja ke sinopsisnya. Jadi serial InterWorld ini mengambil setting awalnya di bumi masa kini di Amerika dengan lingkungan yah kayak dunia normal lah. Si pemeran utama, Joseph Harker (selanjutnya dipanggil Joey) ini bego banget kalo udah soal arah. Dia susah bedain mana tangan kanan mana tangan kiri, bahkan di rumah sendiri aja dia suka tersesat. Sampai suatu hari dia nyasar. Tapi kali ini nyasarnya kejauhan kebangetan sangat.
Ketika Joey kesasar hari itu, ternyata ia nggak sengaja berpindah ke dunia yang lain tapi dalam satu realitas waktu yang sama. Dia melihat tata letak kotanya sama, tapi model mobilnya, toko dan warung di pinggir jalannya beda, bahkan ketika dia sukses pulang ke rumahnya ibunya sendiri nggak ngenalin dia siapa. Panik dan sedih Joey ditemukan oleh Jay yang adalah seorang Walker dan diculik ke markas InterWorld. Selama perjalanan Jay berusaha sebisa mungkin menjelaskan apa itu InterWorld dan siapa itu Walker.
Jadi dalam serial ini selain dunia yang Joey tinggali ada jutaan dunia lainnya yang sama persis tapi dengan realitas yang berbeda. Masing-masing dunia terbentuk dari setiap pilihan besar yang diambil oleh tiap manusia. Misalnya kejadian bom nuklir di Hiroshima dan Nagasaki, ada dunia dengan realita dimana pemboman terjadi (dunia yang kita tinggali sekarang) dan dunia dimana kejadian itu nggak pernah terjadi. Keduanya sama-sama terjadi, sama-sama real dan sama-sama berjalan dalam satu waktu. Nah jutaan dunia itu terangkum dalam sebuah AltiVerse. Kalau dibayangkan Altiverse itu bentuknya kayak bulan sabit, di ujung-ujungnya ada dua dunia utama dengan kekuatan yang bentrok. Ujung satunya cenderung ke ilmu sihir alias HEX dan ujung satunya cenderung ke teknologi alias Binary, dan keduanya berusaha untuk menguasai AltiVerse. InterWorld sendiri berfungsi untuk mencegah hal tersebut terjadi dan menjaga stabilitas AltiVerse yang netral dan berisikan Walker yakni manusia yang bisa 'berjalan' lintas dunia.
Perjalanan Jay membawa Joey ke InterWorld sendiri nggak mulus, karena satu dan lain hal yang gue takut bakal spoiler haha si Joey tiba di InterWorld tanpa Jay ia pun menjalani hari-harinya menuntut ilmu sebagai Walker yang baru dan terlibat misi kecil-kecilan untuk menyelamatkan AltiVerse.
Buku InterWorld 1 sebenarnya padat banget sama kejadian. Kalo lo tipe yang suka cerita alurnya cepet dan nggak ngebosenin InterWorld will keep you entertained through the whole book. Tapi penting untuk di catat kalo ternyata serial InterWorld ini aslinya dikategorikan sebagai 'children book' yep. Tapi gue rasa anak-anak yang bisa ngerti ini novel must be some kinda genius sih. Karena gue sendiri bahkan, yang berusia 23 tahun, lulus SMA jurusan IPA, dan bukunya dalam bahasa Indonesia, harus berkali-kali baca ulang bagian yang rada sulit dicerna. Banyak teori fisika kuantum, realitas dan sejenisnya yang diselipin di buku ini.
Gue cukup menikmati buku InterWorld 1 tapi nggak pernah ada niat untuk beli lanjutannya karena ya sesudah baca buku ini gue nggak merasakan apapun. Biasanya kalo buku yang gue baca bagus gue bakal kena sindrom book hangover. Gue galau, sedih, berasa back to reality yang menyedihkan, kayak baru putus deh pokoknya. Tapi dengan buku ini nggak segitunya. Yang bikin gue cukup kaget adalah ternyata salah satu penulis buku ini, Neil Gaiman, adalah penulis 'Coraline'. Penikmat fiksi/animasi pasti tau filmnya yang unik, horor, totally on its own genre. Anehnya kenapa serial ini nggak ngehype sama sekali? Well setelah baca beberapa review di goodreads itu karena co-writernya Michael Reaves yang kelihatannya lebih aktif dalam penulisan. Para penggemar Gaiman pada curhat mereka kecewa dengan novel ini dan gaya penulisannya nggak 'Gaiman' banget yang penuh fantasi liar dan nggak kepikiran sama sekali. Terlepas dari itu  review gue untuk InterWorld 1 adalah 7/10, it's fun to read, nggak berat sama sekali, very eventful, dan punya ending yang enak.

tsd

InterWorld 2 (The Silver Dream)
Lanjut ke The Silver Dream yakni buku kedua serial InterWorld ini, awalnya gue minat beli pas lagi cek promo sale di website Periplus ada buku ini dengan harga Rp 48,000 (mind you buku impor dengan harga segini itu equal buku lokal dengan harga Rp 15,000). Then kemarin pas ke booksale Books&Beyond yang gue ceritain disini gue nemu dengan harga Rp 30,000 plus InterWorld 1 hardcover dengan harga yang sama.
Ceritanya sendiri meneruskan kegiatan si Joey di markas InterWorld, gimana kehidupan sehari-hari dia disana, persahabatan dia dengan Walker lainnya, pokoknya ringan dan sesekali diselipin lawakan yang nyaris lucu. Tapi kemudian dalam suatu latihan misi teman satu tim Joey meninggal karena 'kecelakaan'. Karena Joey sendiri ada di lokasi dan jadi orang terakhir yang ngeliat temannya tersebut sebelum meninggal ia dicurigai dan dia sendiri jadi geram. Ia pun mencari tahu sendiri apa yang sebenarnya terjadi dan menemukan fakta bahwa ternyata ada pengkhianat di markas InterWorld.
Perjalanan Joey mencari kebenaran dari kejadian yang awalnya simpel berujung panjang dan berakhir disebuah event yang klimaks banget. Joey juga bertemu dengan sesosok karakter baru bernama Acacia yang misterius dan rupanya punya kemampuan untuk time travelling alias berjalan menembus waktu yang sebelumnya nggak pernah ditemukan di karakter manapun di buku ini.
Berdua Joey dan Acacia menjalani petualangan yang sulit dan menegangkan dari satu dunia ke dunia lain, beberapa kali bertemu agen HEX dan agen Binary yang pada akhirnya berujung pada hancurnya realita Joey di seribu tahun mendatang. Untungnya bersama Acacia dia bisa kembali ke masa kini dan berusaha memperbaiki kesalahan yang terjadi, dan keselnya buku kedua berakhir disini.

tsdi

Lagi-lagi review di goodreads soal buku ini itu nyampur banget, beberapa suka, beberapa netral, beberapa furious. Jadi ceritanya dunia InterWorld itu ditulis dan diciptakan oleh Neil Gaiman (sang penulis cerita terkenal Coraline) dan Michael Reaves. Tapi ternyata sumbangsih Gaiman sampe buku pertama aja, itu pun sesudah dipendam selama sepuluh tahun di laci meja karena ga ada rumah produksi yang minat buat difilmin dan akhirnya dirilis setelah anaknya Gaiman minta cerita itu dirilis dalam bentuk buku aja, gausah film. Di buku kedua ini rupanya si Michale Reaves menggandeng Mallory Reaves untuk nerusin ceritanya, Gaiman sendiri udah sepenuhnya lepas tangan. Wajar aja kalo banyak penggemar Gaiman ngerasa 'ketipu' karena Gaiman nggak nulis cerita di buku itu sama sekali, cuma menciptakan dunia InterWorld yang kemudian diteruskan sampe buku kedua dan ketiga.
Tapi lepas dari fakta itu I found myself really surprised at how i actually enjoy the story. Ya mungkin emang berasa ada sedikit perubahan dari gaya penulisan, gaya bercerita, novel kedua juga nggak se-eventful novel pertama, tapi gue tetap nyaman ngebacanya. Gue amat sangat menikmati alurnya, plot twistnya, karakternya, intinya it was a pleasant experience. Dan karena itu gue jadi ingin beli buku ketiga (dan terakhir) serial InterWorld, tapi kayaknya not soon karena gue masih punya tumpukan buku yang harus gue baca terlebih dahulu & i've been busier than ever with work stuff & final thesis stuff. Review gue untuk InterWorld 2 : The Silver Dream adalah 8.5/10, it made me want to read more of the series & i had a good time reading it.
See you soon!

Share:

0 comments