Tjahaja yang Hidup



Untuk satu-satunya politisi yang berhasil meluluhkan hati saya dari kebencian terhadap kotornya politik negara ini. Seorang Gubernur yang cuma incumbent dua setengah tahun tapi sukses membasmi tikus-tikus got di Jakarta dan memberi harapan baru untuk ibukota yang sesak ini. Dia yang membawa dan memberi harapan dan terus menyuarakan pengharapan di waktu-waktu paling sulit.
Sesosok Firman yang hidup, yang menerima hikmat dari Tuhan dan menjadi berkat untuk negara ini.
Basuki Tjahaja Purnama, namanya benar membawa terang yang menyulut tjahaja-tjahaja lainnya untuk meneruskan perjuangan beliau. Satu dari sekian jarang pejabat pemerintah yang bersih dan konsisten menjaga amanah sepanjang masa jabatannya, yang berjuang bukan untuk dirinya sendiri melainkan rakyat dan selalu rakyat.
Kami bisa lihat hasil #KERJA Bapak, Pak. Untuk penduduk Jakarta kebanyakan paling terasa sungai yang bersih, muncul ruang terbuka, pasar yang tertib dan jalan yang bebas sampah.
Tapi untuk saya, disamping itu semua, saya melihat ada kemuliaan Tuhan dalam setiap perilaku dan kinerjamu. Dia nggak mengangkat orang yang salah untuk menjadi terang dan diperlihatkan di depan orang-orang. Bahkan disaat paling gelap, paling menyesakkan dan mengeringkan tulang, nggak sedetikpun Tjahaja-mu redup, pak.
Pada masa-masa sulit ini, cobaan nggak lagi sebatas kekurangan, justru kelebihan yang memabukkan. Tapi Bapak konsisten di jalan yang lurus dan nggak tergoda dengan dunia. Sungguh saya bisa bayangkan capeknya jadi Gubernur Ibukota yang kebanyakan masyarakatnya manja dan pengusaha-pengusaha yang apa-apa biasa 'dilancarkan' pakai uang. Saya aja ngurus satu kerjaan nggak selesai-selesai capek Pak, apalagi Bapak yang ngurusin satu kota yah.
Ditambah jutaan musuh yang siang-malam bersekutu menjatuhkan karena 'gelapnya' mulai diterangi dan nggak bisa lagi sembunyi. Pada akhirnya, kalaupun usaha mereka menjatuhkan Bapak berhasil, nggak sekalipun Bapak menunjukkan ketakutan atau timbal-balik permusuhan. Subhanallah. Haleluya. Pak, hati Bapak seluas apa?

Dan di umur yang ke-51 Bapak rayakan di rutan jauh dari keluarga terkasih dan orang-orang yang Bapak kasihi. Suatu kondisi yang saya bayangkan teramat mengecilkan hati. Tapi sekali lagi, dan berulang kali sebelumnya, Tjahaja-mu nggak meredup sedikit pun, Pak. Di titik terendahmu pun Bapak nggak lupa berterima kasih kepada para pendukung, bahkan memberi semangat untuk nggak bersedih dan mendoakan penyertaan Tuhan selalu.
Pak hari ini saya sukses baper 100% membaca tulisan bapak untuk semua yang turut merayakan hari ulang tahun Bapak dari luar.

 

Jika by any miracle tulisan ini sampai ke Bapak saya cuma bisa bilang terima kasih Pak Ahok. Terima kasih sudah menjadi teladan bagi banyak orang terutama generasi muda untuk bisa berani dan tegas sekaligus penuh kasih seperti Bapak. Terima kasih nggak hanya omdo untuk #KERJA, nggak double standard dan bersikap adil untuk semua orang, nggak memanfaatkan jabatan untuk kepentingan diri sendiri atau oknum tertentu. Terima kasih sudah menjadi Tjahaja yang menerangi bangsa ini, Pak. Semoga Bapak dan keluarga sehat selalu, sukacita dan dilindungi Tuhan selalu. Selamat ulang tahun Pak Ahok, doa dari kami semua nggak putus untuk Bapak selalu.

Share:

0 comments